Rabu, 11 Juli 2012

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat III Dalam Matakuliah Praktek Klinik Kebidanan Di Akademi kebidanan 029


Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat III Dalam Matakuliah Praktek Klinik Kebidanan Di Akademi kebidanan 029

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa yaitu faktor internal yang meliputi intelegensia, sikap, bakat, minat dan motivasi. Faktor eksternal yang meliputi keluarga, sarana dan prasana, sosial budaya, dan lingkungan sekitar, kemampuan dosen, dan kegiatan pembelajaran serta kriteria lahan praktek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi belajar dalam matakuliah praktek klinik kebidanan. Penelitian ini deskriptif yakni untuk mengambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, dengan populasi 59 orang ( total populasi sampel ). Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa prosedur dan alat bantu dalam penelitian ini adalah data primer (kuesioner) dan data sekunder yaitu hasil nilai matakuliah praktek klinik kebidanan. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, kemudian memasukkan ke dalam distribusi tabel frekwensi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa yang berpengaruh terhadap prestasi belajar matakuliah praktek klinik kebidanan adalah faktor internal yaitu intelegensia yang nilai rata-ratanya 3,76. Bagi mahasiswa faktor eksternalnya masih rendah, diharapkan agar mahasiwa lebih meningkatkan hubungan terhadap keluarga agar mendorong keberhasilannya mengikuti perkuliahannya. Bagi tim pengajar pada matakuliah praktek klinik kebidanan agar menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan lebih menigkatkan kemampuan dalam membawakan matakuliah praktek klinik kebidanan untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mahasiswa

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Dusun 028


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Dusun 028

Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga, kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, alat atau obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 25 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2010 sampai 20 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor efek samping, faktor pendapatan keluarga dan faktor agama. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas segi demografi yaitu berdasarkan umur 26-30 tahun 12 0rang (48%), berdasarkan pekerjaan 15 orang (60%) bekerja, 21 orang (84%) beragama islam dan paritas melahirkan 3 kali 16 orang (64%), pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 17 responden (68%), 20 orang (80%) menyatakan bahwa ada efek samping sebagai akibat berKB, dari segi pendapatan keluarga mendukung sebanyak 15 orang (60%) untuk tidak berKB, mayoritas 20 responden (80%) dari segi agamanya mendukung untuk berKB, Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pria dalam Vasektomi di Kelurahan Namo Gajah 027


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pria dalam Vasektomi di Kelurahan Namo Gajah 027

Program Keluarga Berencana merupakan bagian terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) menjadi 2,2 yang bertujuan untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang agar kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia dapat tercapai (BKKBN, 2005). Target ini belum terpenuhi karena berdasarkan sensus tahun 2010, laju pertumbuhan penduduk (LPP) masih tinggi dengan rerata pertumbuhan sebesar 1,49% pertahun disertai total fertility rate (TFR) sebesar 2.6%. Untuk mengendalikan kelahiran sehingga laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan diharapkan partisipasi pria dalam ber KB termasuk vasektomi. Walaupun vasektomi merupakan tindakan yang sederhana, aman dan murah tetapi pada kenyataannya peserta vasektomi lebih sedikit dibandingkan tubektomi (sterilisasi wanita), dengan perbandingan 1 : 8. Di Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan peserta vasektomi jauh lebih sedikit dibandingkan peserta tubektomi yaitu 1 : 24 dari jumlah PUS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam vasektomi di Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer. Teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 72 responden. Dari penelitian yang dilakukan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam vasektomi. Berdasarkan pengetahuan mayoritas cukup 46 orang (63,9%), berdasarkan aksesbilitas informasi mayoritas kurang baik 37 orang (51,4%) dan berdasarkan pendapatan mayoritas kurang dari UMR Rp 960.000, yaitu 40 orang (55,6%). Disarankan supaya petugas PLKB lebih meningkatkan motivasi dan KIE secara berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi pria/suami dalam vasektomi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidaksertaan Ibu Mengikuti Posyandu di Kelurahan 026


 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidaksertaan Ibu Mengikuti Posyandu di Kelurahan 026

Posyandu merupakan salah satu perwujudan dari upaya kesehatan bersumber daya masyarakat serta sebagai pos pelayanan terpadu (posyandu) KB-kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan. Berdasarkan data kunjungan ibu balita ke posyandu satu tahun terakhir tahun 2007 rata-rata sebesar 46,6% dari seluruh balita (128 0rang). Pada waktu pelaksanaan kegiatan posyandu sebagian besar dari sasaran posyandu tidak hadir secara rutin bahkan tidak pernah ikut serta dalam kegiatan posyandu sehingga setiap bulannya pencapaian kunjungan masih jauh dari target yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksertaan ibu mengikuti posyandu di Kelurahan Binjai Estate tahun 2008. Faktor - faktor tersebut meliputi pengetahuan, sikap dan pelayanan kesehatan. Subjek penelitian adalah seluruh ibu yang tidak ikut serta dalam kegiatan posyandu berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden berpedoman kepada kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan dari 25 responden yang tidak ikut serta dalam kegiatan posyandu, sebanyak 10 orang (40%) berpengetahuan kurang baik, 8 orang (32%) berpengetahuan cukup baik dan 7 orang (28%) berpengetahuan kurang baik. Sementara sebanyak 11 orang (44%) bersikap kurang baik, 9 orang (36%) bersikap cukup baik dan 5 orang (20.0%) bersikap kurang baik. Pada pelayanan kesehatan sebanyak 13 orang (52%) mengkategorikan kurang baik, 10 orang (40%) mengkategorikan cukup baik dan hanya 2 orang (8%) mengkategorikan baik. Berdasarkan hasil penelitian untuk meningkatkan keikutsertaan ibu dalam kegiatan posyandu, perlu diadakan peningkatan upaya penyuluhan sehubungan dengan pemanfaatan program pelayanan di posyandu oleh pihak yang terkait dalam pengelolaan posyandu.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Suami Selama Masa Kehamilan Istri Di Klinik Bersalin 025


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Suami Selama Masa Kehamilan Istri Di Klinik Bersalin 025

Kehamilan merupakan masa yang cukup berat bagi seorang ibu. Karena itu, ibu hamil membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama suami, agar dapat menjalani proses kehamilan sampai melahirkan dengan nyaman dan aman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan suami selama masa kehamilan istri di Klinik Bersalin Delima Medan. Jenis penelitian deskriptif, dilaksanakan di Klinik Bersalin Delima Medan, dengan populasi sebanyak 442 orang ibu hamil yang berkunjung ke Klinik Delima Medan, dengan sampel sebanyak 82 orang ibu hamil yang berkunjung ke Klinik Delima Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suami mempunyai pengetahuan yang kurang seputar kehamilan, serta kurangnya perhatian dan dukungan suami untuk pemeriksaan kehamilan. Adat istiadat tidak merupakan faktor yang dominan dalam mengadopsi nilai-nilai budaya dalam membentuk tingkah laku. Ibu yang mempunyai paritas lebih dari empat orang, dianggap suami sudah mampu mengatasi kondisi kesehatannya sendiri, karena kelahiran anak yang sebelumnya sehat, dan tidak ada gangguan kesehatan pada ibu dan bayi yang dilahirkan. Sehubungan dengan hasil penelitian ini dapat disarankan agar petugas kesehatan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi para suami yang istrinya menjalani masa kehamilan, agar meningkatkan peran sertanya dalam menjaga kehamilan istri.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Tidak Memberikan ASI Ekslusif Kepada Bayi-nya di Dusun IX 023


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Tidak Memberikan ASI Ekslusif Kepada Bayi-nya di Dusun IX 023

 ASI ekslusif adalah pemberian hanya ASI saja kepada bayi tanpa makanan tambahan sampai bayi berusia 6 bulan. Ketidak berhasilan pemberian ASI Ekslusif disebabkan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi responden tidak memberikan ASI Ekslusif kepada bayinya di Di Dusun IX Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010. Desain penelitian adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 49 orang. Penelitian dilakukan tanggal 5 s.d. 23 April 2010.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dari segi demografi yaitu berdasarkan umur 26-30 tahun 30 orang (61,2%), pendidikan SMP 38 orang (77,6%), paritas melahirkan 2-4 kali 34 orang (69,45), sumber informasi secara langsung 26 orang (53,1%). Dari segi faktor-faktor yang mempengaruhi tidak memberikan ASI Ekslusif yaitu berdasarkan faktor pengetahuan 31 orang (63,3%) tahu tentang ASI Ekslusif, dipengaruhi oleh faktor mitos-mitos adalah 23 orang (46,9%), dipengaruhi oleh faktor sosial budaya adalah 24 orang (49%), dipengaruhi oleh faktor lingkungan adalah 17 orang (34,7%), dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga adalah 21 orang (42,9%), dipengaruhi oleh faktor pengalaman adalah 19 orang (38,8%), dipengaruhi oleh faktor pandangan ibu terhadap payudaranya adalah 10 orang (20,4%). Diharapkan kader atau petugas kesehatan melaksanakan penyuluhan tentang faktor-faktor penghambat ibu tidak memberikan ASI Ekslusif dan mengungkap kesalahan dari setiap faktor sehingga ibu mengetahui kebenarannya dan paradigma atau pandangan ibu yang salah tentang ASI Ekslusif dapat berubah