Bladder Training Pada Ibu-ibu Pasca Seksio Sesarea di RSUD.
Dr. Pirngadi Medan Tahun 2010. 003
Saat ini, persalinan dengan bedah sesarea bukan hal yang
baru lagi bagi para ibu maupun pasangan suami istri. Sejak awal, tindakan
operasi sesarea atau C-section merupakan pilihan yang harus dijalani karena
kadaan gawat darurat untuk menyelamatkan nyawa ibu maupun janinnya. Bladder
training merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca bedah
dan dapat mencegah komplikasi pasca bedah. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui Bladder training pada ibu-ibu pasca seksio sesarea di RSUD. Dr.
Pirngadi Medan tahun 2010. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian
deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam
penelitan ini adalah ibu pasca seksio sesarea sebanyak 32 orang dengan
menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling, penelitian
dilakukan pada bulan Februari sampai April. Alat pengumpulan data yang
dipergunakan pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi data tentang data
demografi. Kusioner diisi sendiri oleh peneliti dengan cara diisi langsung oleh
peneliti, Hasil penelitian distribusi frekuensi responden berdasarkan bladder
training didapatkan hasil seluruh responden melakukan bladder training pasca
seksio sesarea. Berdasarkan berumur 21-30 tahun merupakan responden terbanyak
yaitu 16 orang (50.0 %), pekerjaan terbanyak yaitu 32 orang (100 %), paritas
terbanyak Primigravida yaitu 26 orang (100 %), dan anestesi terbanyak spinal
yaitu 32 orang (100 %) rata-rata volume buang air kecil setelah bladder
training adalah 300 ml dengan jumlah 10 orang (31.3%), rata-rata frekuensi
buang air besar setelah bladder training adalah 1 x/hari dengan jumlah 27 orang
(84.4 %). rata-rata jumlah lokia setelah bladder training pada 2x ganti
doek/hari dengan jumlah 30 orang (93.8 %). Dapat disimpulkan seluruh responden
mau melakukan bladder training dan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu pasca seksio
sesarea.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar