Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pria dalam
Vasektomi di Kelurahan Namo Gajah 027
Program Keluarga Berencana merupakan bagian terpadu dalam
program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menurunkan angka Total
Fertility Rate (TFR) menjadi 2,2 yang bertujuan untuk mewujudkan penduduk
tumbuh seimbang agar kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya
penduduk Indonesia dapat tercapai (BKKBN, 2005). Target ini belum terpenuhi
karena berdasarkan sensus tahun 2010, laju pertumbuhan penduduk (LPP) masih
tinggi dengan rerata pertumbuhan sebesar 1,49% pertahun disertai total
fertility rate (TFR) sebesar 2.6%. Untuk mengendalikan kelahiran sehingga laju
pertumbuhan penduduk dapat ditekan diharapkan partisipasi pria dalam ber KB
termasuk vasektomi. Walaupun vasektomi merupakan tindakan yang sederhana, aman
dan murah tetapi pada kenyataannya peserta vasektomi lebih sedikit dibandingkan
tubektomi (sterilisasi wanita), dengan perbandingan 1 : 8. Di Kelurahan Namo
Gajah Kecamatan Medan Tuntungan peserta vasektomi jauh lebih sedikit
dibandingkan peserta tubektomi yaitu 1 : 24 dari jumlah PUS. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria
dalam vasektomi di Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian
ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer. Teknik
pengambilan sampel total sampling sebanyak 72 responden. Dari penelitian yang
dilakukan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam
vasektomi. Berdasarkan pengetahuan mayoritas cukup 46 orang (63,9%),
berdasarkan aksesbilitas informasi mayoritas kurang baik 37 orang (51,4%) dan
berdasarkan pendapatan mayoritas kurang dari UMR Rp 960.000, yaitu 40 orang
(55,6%). Disarankan supaya petugas PLKB lebih meningkatkan motivasi dan KIE
secara berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi pria/suami dalam
vasektomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar